Upgrading Skill Para Guru

Penerapan sistem pembelajaran daring mengharuskan para guru agar menguasai keterampilan IT para guru. Mulai dari merekam video , live stream menggunakan berbagai aplikasi, hingga mengedit video guna membuat konten pembelajaran agar lebih menarik. Maka SMKIT Ihsanul Fikri mengadakan Workshop untuk para guru mengenai bagaimana menguasai berbagai keterampilan penunjang sistem pembelajaran online.

Pada hari pertama, workshop dibimbing oleh Saiful Habib, S.pd yang merupakan salah satu tim IT yayasan Tarbiyatu Mukmin sekaligus guru di SMKIT Ihsanul Fikri. Para guru diajak untuk membuat video pembelajaran sederhana menggunakan aplikasi perekam layar di smartphone yaitu Xrecorder.

Awalnya, beberapa guru mengalami berbagai kendala seperti microphone atau kamera yang belum aktif. Namun, setelah mengulangi lagi para guru mulai terbiasa hingga dapat membuat video dengan mudah. Dalam pembuatan video pembelajaran ini, para guru juga menggunakan aplikasi WPS unutk melakukan presentasi dan Squid jika para guru ingin melakukan coretan.

Di hari kedua, dengan masih dibimbing oleh pak Saiful Habib, S.pd, kali ini para guru masih mengunakan aplikasi perekam layar. Jika kemarin menggunakan Smartphone, di hari kedua ini menggunakan PC atau laptop. Aplikasi yang digunakan adalah Windows Capture OBS (Open Broadcaster Software).

Pada awal pemasangan aplikasi semua berjalan lancar, namun saat proses perekaman ada seorang guru yang kameranya tidak dapat dinyalakan. Kendala lain yang terjadi yaitu aplikasi ini sangat rumit tampilannya sehingga membuat para guru yang baru belajar  agak sulit menggunakannya.

Setelah mencoba beberapa kali, para guru akhirnya berhasil membuat video pembelajaran singkat menggunakan aplikasi OBS ini.

Di hari ketiga pelatihan, pembimbing workshop digantikan oleh pak Sholeh dari SMAIT IF. Materi workshopnya masih membuat video pembelarajan dengan aplikasi penangkap layar, namun ditambah dengan editing video.

Aplikasi yang digunakan adalah Camtasia, support oleh laptop para guru, namun kendalanya adalah, video yang dihasilkan tidak bisa dilihat jika formanya tidak sesuai. Maka digunakanlah aplikasi edit video yaitu Filmora 9.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: