Mungkid, 11 Juli 2025 – SMKIT Ihsanul Fikri Mungkid, Kabupaten Magelang, menyelenggarakan Hari Kelima Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah & Asrama (PLSA) pada Jumat ini, bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah dan asrama kepada siswa baru melalui pendekatan spiritual dan pembinaan karakter. Acara yang digelar oleh SMKIT Ihsanul Fikri ini melibatkan siswa baru, panitia OSIS, musyif keasramaan, dan pembina Bina Pribadi Islam (BPI), dengan rangkaian kegiatan yang mencakup pengkondisian, program tahta, pembacaan Al-Kahfi jama’i, sholat Jumat, dan sesi Bina Pribadi Islam.
Kegiatan dimulai pagi hari dengan sesi pengkondisian dan penandatanganan kontrak PLSA, yang bertujuan memperkuat komitmen siswa terhadap aturan sekolah dan asrama. Dilanjutkan pada pukul 08.00–09.30, Ust. Arif menyampaikan materi Program Tahta, yang mengajak siswa untuk merenungkan tujuan hidup mereka sebagai Muslim melalui pendekatan spiritual dan motivasi. “Program Tahta dirancang untuk membantu siswa menemukan makna hidup yang selaras dengan nilai-nilai Islam, sehingga mereka memiliki arah yang jelas di sekolah ini,” ujar Ust. Arif, menginspirasi siswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan dengan semangat.


Setelah istirahat singkat untuk sholat Dhuha pada pukul 09.30–10.00, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Kahfi jama’i yang dipimpin oleh panitia, menciptakan suasana khidmat dan memperkuat ikatan spiritual siswa. Sesi pagi diakhiri dengan sholat Jumat berjamaah pukul 11.00–13.00, diikuti istirahat untuk memberikan waktu refleksi bagi siswa. Pada pukul 13.00–15.00, Ust. Andreas memimpin sesi Bina Pribadi Islam, yang fokus pada pembentukan karakter Islami melalui nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Hari kelima PLSA ini berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme, memberikan pengalaman yang memperkaya spiritualitas dan karakter siswa baru. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian PLSA yang dirancang untuk membekali siswa dengan fondasi kuat dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah dan asrama SMKIT Ihsanul Fikri.