Tanggal: Selasa, 4 November 2025
Lokasi: Desa sekitar Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Pada hari kedua program Santri Masuk Desa (SMD) yang diselenggarakan oleh SMKIT Ihsanul Fikri Mungkid, para santri aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat setempat. Program ini bertujuan untuk membangun karakter santri melalui pengabdian langsung, sambil memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan desa. Berikut adalah laporan kegiatan yang kami disusun

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah para santri SMKIT Ihsanul Fikri Mungkid, yang terdiri dari para siswa tingkat menengah ke atas. Mereka didampingi oleh beberapa guru pembimbing dan koordinator program SMD. Masyarakat desa, termasuk anak-anak, warga dewasa, dan tokoh agama setempat, juga terlibat secara aktif sebagai penerima manfaat dan mitra kegiatan. Total sekitar 70-an santri dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk menjalankan tugas masing-masing.
Kegiatan hari kedua difokuskan pada interaksi sosial dan bantuan praktis kepada masyarakat. Para santri melaksanakan enam aktivitas utama:
- Mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an): Santri mengajar anak-anak desa membaca Al-Qur’an dan dasar-dasar agama, dengan sesi interaktif yang menyenangkan.
- Membantu Pengecoran Jalan:Kelompok santri bekerja sama dengan warga untuk menuangkan cor beton pada jalan desa yang rusak, meningkatkan aksesibilitas bagi penduduk.
- Membersihkan Makam: Santri membersihkan area pemakaman umum, termasuk memotong rumput, membersihkan batu nisan, dan membersihkan sampah, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
- Membantu Belajar: Santri memberikan les privat atau kelompok kepada anak sekolah dasar dan menengah, membantu mereka dalam pelajaran seperti matematika, bahasa, dan agama.
- Bersama Masyarakat Tilawah di Masjid: Santri bergabung dengan warga untuk tilawah Al-Qur’an bersama, menciptakan suasana kebersamaan spiritual.
- Adzan dan Kultum di Masjid: Beberapa santri terpilih melantunkan adzan dan menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) setelah salat, berbagi pesan moral dan motivasi.
Semua kegiatan ini berlangsung secara simultan di berbagai lokasi desa, dengan penekanan pada kolaborasi antara santri dan masyarakat.


Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB hingga sore hari pukul 17.00 WIB. Sesi pagi difokuskan pada kegiatan fisik seperti membersihkan makam dan pengecoran jalan, sementara sesi sore lebih pada aktivitas pendidikan dan keagamaan seperti mengajar TPA, tilawah, adzan, dan kultum. Ini merupakan hari kedua dari program SMD yang direncanakan berlangsung selama beberapa hari.
Kegiatan berlangsung di desa Paremono, Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang. Lokasi spesifik meliputi:
– TPA dan sesi belajar: Di rumah-rumah warga atau balai desa.
– Pengecoran jalan: Di jalan utama desa yang membutuhkan perbaikan.
– Membersihkan makam: Di pemakaman umum desa.
– Tilawah, adzan, dan kultum: Di masjid desa setempat.
Pemilihan lokasi ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk memaksimalkan dampak positif.
Program ini dilaksanakan untuk mendorong para santri agar lebih peka terhadap kebutuhan sosial masyarakat, sekaligus menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah membangun karakter santri yang mandiri, peduli, dan berkontribusi pada pembangunan desa. Selain itu, kegiatan ini membantu masyarakat dalam hal pendidikan, infrastruktur, dan spiritualitas, sehingga mempererat tali silaturahmi antara pondok pesantren dengan warga sekitar.
Kegiatan dijalankan dengan pendekatan kolaboratif dan terorganisir. Para santri dibagi menjadi tim berdasarkan minat dan kemampuan, dengan briefing pagi oleh koordinator untuk memastikan keselamatan dan efisiensi. Alat dan bahan seperti peralatan kebersihan, bahan cor, serta buku pelajaran disediakan oleh sekolah dan masyarakat. Interaksi dilakukan dengan ramah dan hormat, dimulai dari salam dan perkenalan untuk membangun kepercayaan. Evaluasi dilakukan di akhir hari melalui diskusi kelompok untuk mencatat pencapaian dan saran perbaikan.
Secara keseluruhan, hari kedua SMD berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari santri dan apresiasi dari masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memperkaya pengalaman santri dalam bersosialisasi dan beramal. Program akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan fokus pada kegiatan lain yang lebih variatif.
