
Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti Desa Kalibening, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Pada 25 hingga 30 Oktober 2026, agenda tahunan Santri Masuk Desa (SMD) tahun ajaran 2026/2027 resmi digelar. Program ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan jembatan emosional dan ruang belajar nyata bagi para santri untuk menyatu dengan kehidupan masyarakat desa.
Awal Langkah dari Halaman Sekolah
Senin pagi yang cerah, jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB. Para santri sudah berdiri rapi di lapangan sekolah untuk mengikuti apel pemberangkatan. Suasana penuh kedisiplinan berpadu dengan rasa penasaran para santri yang siap menimba ilmu kehidupan. Apel dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan pembagian kelompok serta arahan teknis.
Tepat pukul 07.45 WIB, rombongan bertolak menuju lokasi pengabdian menggunakan armada angkutan kota. Tim pendamping dari pihak sekolah bergerak secara sigap. Pak Mahfud, Mas Dafiq, dan Mas Ibad mendahului ke lokasi untuk memastikan kesiapan tempat, sementara Pak Bambang Tri Wibowo, Ust. Arif, Mas Qirab, serta Pak Yusuf tetap setia membersamai para santri sepanjang perjalanan.
Kehangatan Sambutan di Balai Desa Kalibening

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di Balai Desa Kalibening. Acara pembukaan berlangsung khidmat namun tetap hangat. Rangkaian pembukaan diawali dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an dan lagu Indonesia Raya yang membakar semangat kebangsaan.


Momen penting terlihat dalam sesi sambutan:
- Kepala SMK IT Ihsanul Fikri, Mustain, S.Pd., Gr., menyampaikan pesan mendalam agar para santri senantiasa menjaga keadaban, rendah hati, dan siap memetik pelajaran berharga dari setiap jengkal kehidupan warga desa.
- Kepala Desa Kalibening, Bp. H. Nurbiyanto, menyambut hangat kedatangan para santri. Beliau membuka pintu desa selebar-lebarnya dan berharap kehadiran para santri memberi warna positif bagi warga lokal.

Simbolis dimulainya kegiatan ditandai dengan prosesi penyematan slayer kepada perwakilan santri, dilanjutkan dengan pengumuman teknis, doa bersama, dan penutupan acara.
Menata Langkah, Menyatu dengan Warga
Seusai pembukaan, para santri bergegas menuju pos tempat tinggal masing-masing. Khusus untuk Pos 5 dan Pos 6, santri kembali menaiki armada karena letaknya yang cukup jauh di area lereng desa.
Waktu sebelum Zuhur dimanfaatkan para santri untuk membersihkan diri dan merapikan pos tinggal. Rasa lelah perjalanan terbayar tuntas saat azan Zuhur berkumandang. Usai menunaikan ibadah dan beristirahat sejenak, babak baru dalam perjalanan ini pun dimulai: para santri mulai berbaur, menyapa, dan berinteraksi langsung dengan warga Desa Kalibening.
Selama beberapa hari ke depan, Desa Kalibening akan menjadi saksi bisu bagaimana ilmu, adab, dan semangat muda para santri melebur dalam kehangatan masyarakat lokal.
